<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	>

<channel>
	<title>My Blog</title>
	<atom:link href="http://nasiudukbangnana.wordpress.com/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://nasiudukbangnana.wordpress.com</link>
	<description>Just another WordPress.com weblog</description>
	<lastBuildDate>Fri, 20 Nov 2009 12:34:06 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
<cloud domain='nasiudukbangnana.wordpress.com' port='80' path='/?rsscloud=notify' registerProcedure='' protocol='http-post' />
<image>
		<url>http://s2.wp.com/i/buttonw-com.png</url>
		<title>My Blog</title>
		<link>http://nasiudukbangnana.wordpress.com</link>
	</image>
	<atom:link rel="search" type="application/opensearchdescription+xml" href="http://nasiudukbangnana.wordpress.com/osd.xml" title="My Blog" />
	<atom:link rel='hub' href='http://nasiudukbangnana.wordpress.com/?pushpress=hub'/>
		<item>
		<title>Nasi Uduk Jakarta nan Gurih</title>
		<link>http://nasiudukbangnana.wordpress.com/2009/11/12/nasi-uduk-jakarta-nan-gurih/</link>
		<comments>http://nasiudukbangnana.wordpress.com/2009/11/12/nasi-uduk-jakarta-nan-gurih/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 12 Nov 2009 21:56:40 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Nasi Uduk Bang Nana</dc:creator>
				<category><![CDATA[Jajanan Kuliner]]></category>
		<category><![CDATA[Nasi Uduk]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://nasiudukbangnana.wordpress.com/?p=66</guid>
		<description><![CDATA[Nasi uduk memiliki keistimewaan dari citarasanya yang gurih. Karena nasi uduk biasa diolah dengan campuran kuah santan dan daun pandan. Nasi uduk juga memiliki kekhasan dari aromanya yang wangi. Setiap daerah memiliki resep tertentu untuk membuat nasi uduk meskipun bahan utamanya sama. Rumah Makan Nasi Uduk Jakarta Mak Nyoos di Jalan KS Tubun (Argamulya) No [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=nasiudukbangnana.wordpress.com&amp;blog=9195734&amp;post=66&amp;subd=nasiudukbangnana&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><em><a title="nasi uduk" href="http://nasiudukbangnana.wordpress.com" target="_blank"><strong>Nasi uduk</strong></a> memiliki keistimewaan dari citarasanya yang gurih. Karena nasi uduk biasa diolah dengan campuran kuah santan dan daun pandan. Nasi uduk juga memiliki kekhasan dari aromanya yang wangi. Setiap daerah memiliki resep tertentu untuk membuat nasi uduk meskipun bahan utamanya sama. Rumah Makan Nasi Uduk Jakarta Mak Nyoos di Jalan KS Tubun (Argamulya) No 14, hanya menyajikan nasi uduk khas Jakarta, dengan citarasa yang berbeda pula.</em><span id="more-66"></span></p>
<p><strong>Nasi uduk</strong> Jakarta ini diolah dari campuran bahan-bahan seperti, kuah santan, daun pandan, daun salam, serai dan cengkeh. Di rumah makan ini, nasi uduk disajikan dalam wadah rotan dengan lapisan daun pisang. Di bagian atas nasi gurih berbentuk mangkuk kecil itu ditaburi sedikit bawang goreng. Nasi uduk Jakarta bisa dinikmati dengan lauk tahu, tempe, ayam goreng atau ayam bakar yang tersedia pula di rumah makan ini. Sajian ayam goreng atau ayam bakarnya sangat berbeda. Ayam goreng di sini terlebih dahulu dipresto sebelum akhirnya digoreng. Begitu pula, ayam bakarnya diolah tanpa kecap. Sebelumnya, ayam bakar ini digulai hingga kering lalu dibakar.</p>
<p>Rumah makan ini baru dibuka sekitar tiga bulan lalu. Pemiliknya sendiri pernah membuka rumah makan serupa selama 35 tahun di Jakarta. Yessi Ervina, sang pemilik, membuka usaha nasi uduk Jakarta lantaran menu ini masih jarang di kota tepian. Rumah makan ini juga menyajikan lauk khas Padang, seperti dendeng balado. Dendeng Balado ini berasal dari daging paha sapi yang digoreng kering dicampur cabe. Rasa pedas begitu terasa saat menggigit daging kering ini. Di sini tersedia pula menu jeroan, seperti sate usus, ampela, hati, babat dan limpa goreng. Adapula menu khas lainnya, yakni Sop Tulang.</p>
<p>Kendati masih baru, rumah makan ini sudah memiliki banyak pelanggan. &#8220;Pelanggan kami banyak berasal dari kalangan mahasiswa yang tinggal ngekost di sekitar sini,&#8221; kata Yessi seraya mengatakan rumah makannya buka mulai pukul 07.00-22.00. Rumah makan ini menyediakan tempat makan, baik indoor maupun outdoor. Pengunjung bisa menyaksikan langsung proses pengolahan masakan sebelum dihidangkan karena dapurnya sendiri berada di teras rumah makan itu.</p>
<p>Anda ingin mencoba, datang aj langsung!!!</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/nasiudukbangnana.wordpress.com/66/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/nasiudukbangnana.wordpress.com/66/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/nasiudukbangnana.wordpress.com/66/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/nasiudukbangnana.wordpress.com/66/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/nasiudukbangnana.wordpress.com/66/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/nasiudukbangnana.wordpress.com/66/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/nasiudukbangnana.wordpress.com/66/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/nasiudukbangnana.wordpress.com/66/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/nasiudukbangnana.wordpress.com/66/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/nasiudukbangnana.wordpress.com/66/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/nasiudukbangnana.wordpress.com/66/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/nasiudukbangnana.wordpress.com/66/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/nasiudukbangnana.wordpress.com/66/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/nasiudukbangnana.wordpress.com/66/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=nasiudukbangnana.wordpress.com&amp;blog=9195734&amp;post=66&amp;subd=nasiudukbangnana&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://nasiudukbangnana.wordpress.com/2009/11/12/nasi-uduk-jakarta-nan-gurih/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/8784b5033f3dbbf6b718cdc2ee7365e7?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">nasiudukbangnana</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Nasi Uduk Beras Merah</title>
		<link>http://nasiudukbangnana.wordpress.com/2009/11/11/nasi-uduk-beras-merah/</link>
		<comments>http://nasiudukbangnana.wordpress.com/2009/11/11/nasi-uduk-beras-merah/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 11 Nov 2009 14:13:24 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Nasi Uduk Bang Nana</dc:creator>
				<category><![CDATA[Jajanan Kuliner]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://nasiudukbangnana.wordpress.com/?p=63</guid>
		<description><![CDATA[Mendengar kata nasi uduk, pasti kita langsung teringat ketenaran nasi uduk Kebon Kacang yang melegenda bagi warga Jakarta. Namun di kawasan Jakarta Selatan, tepatnya di Jalan Barito, seberang SD Tarakanita 1, terdapat warung nasi uduk yang tak kalah enaknya. Uniknya, nasi uduk yang ditawarkan di sini menggunakan beras merah. Wah, seperti apa ya rasanya? Pemilik [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=nasiudukbangnana.wordpress.com&amp;blog=9195734&amp;post=63&amp;subd=nasiudukbangnana&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Mendengar kata nasi uduk, pasti kita langsung teringat ketenaran nasi uduk Kebon Kacang yang melegenda bagi warga Jakarta. Namun di kawasan Jakarta Selatan, tepatnya di Jalan Barito, seberang SD Tarakanita 1, terdapat warung <a title="nasi uduk" href="http://nasiudukbangnana.worpress.com" target="_blank"><strong>nasi uduk</strong></a> yang tak kalah enaknya.<span id="more-63"></span></p>
<p>Uniknya, nasi uduk yang ditawarkan di sini menggunakan beras merah. Wah, seperti apa ya rasanya?</p>
<p>Pemilik warung <strong>Nasi Uduk</strong> Beras Merah ini, Melany Prayitno, adalah penggemar berat nasi uduk. Namun ia ingin membuat nasi uduk yang lebih sehat. Kemudian terpikir olehnya untuk mencoba mengganti beras putih dengan beras merah.</p>
<p>Seperti kita ketahui, beras merah sangat sehat karena kaya nutrisi, seperti serat, protein, vitamin B1, dan sebagainya. Beras ini juga mengandung lebih sedikit karbohidrat ketimbang beras putih. Sehingga sering dikonsumsi untuk mereka yang ingin menurunkan berat badan.</p>
<p>Memasak <strong>nasi uduk</strong> beras merah jauh lebih sulit. Beras merah lebih keras daripada beras putih, seratnya banyak, jadi memasaknya lebih lama. Beras merah juga membutuhkan santan dua kali lipat dibandingkan dengan beras putih.</p>
<p>“Kesulitan lainnya adalah tidak bisa memasak beras merah dengan <em>rice cooker</em>. Nasi tidak bisa matang, jadi harus dengan dandang dan dikukus dengan anyaman bambu,” jelas Melany.</p>
<p>Setelah melakukan percobaan beberapa kali, akhirnya Melany menemukan metode masak yang tepat. Mula-mula beras merah dimasak dengan air hingga setengah matang selama 20 menit. Selanjutnya, beras diaroni dengan santan dan bumbu rempah yang terdiri dari kencur, jahe, laos, daun serai, daun salam yang sudah dihaluskan. Kemudian beras dikukus lagi selama kurang lebih 45 menit hingga matang.</p>
<p><strong>Nasi uduk</strong> beras merah yang sudah matang dihidangkan hangat-hangat di atas daun pisang. Butiran beras terlihat merekah dan aromanya sangat harum. Disajikan dengan irisan telur dadar dan taburan bawang goreng di atasnya. Sungguh menggoda selera makan.</p>
<p>Suapan pertama terasa mantap. Nasi terasa empuk namun tidak lembek. Rasanya gurihnya pun tidak terlalu pekat berminyak sehingga tidak membuat <em>eneg</em>.</p>
<p>Menurut Melany, nasi beras merah memang tidak terlalu menyerap minyak seperti nasi putih. Saat dikukus setelah diaroni santan, minyak dari santan menetes dari beras. Itulah yang membuat <strong>nasi uduk</strong> beras merah ini lebih sehat karena tidak menyerap minyak.</p>
<p>Lauk pendampingnya juga tak kalah mantap. Pilihan lauknya adalah ayam goreng rempah atau empal goreng. Untuk ayam, Melany memilih ayam pejantan yang dagingnya lebih kesat dan mengandung sedikit lemak.</p>
<p>Sedangkan untuk empal goreng, Melany memilih daging sapi bagian sengkel atau kaki bagian bawah. Daging bagian ini memang lebih kenyal karena terdapat otot-otot.</p>
<p>Belum lengkap jika makan nasi uduk tanpa sambal kacang khas Betawi. Ada pula sambal terasi yang gurih karena ditambahkan ebi goreng. Hmm, sedap!</p>
<p><strong>Nasi Uduk Beras Merah</strong><br />
Jl. Barito 2 No. 11, Jakarta Selatan</p>
<p>Telp         :  (021) 99592850<br />
Buka        :  Pukul 07.00-14.00 WIB<br />
Harga       :  Rp 15.000 &#8211; Rp 25.000</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/nasiudukbangnana.wordpress.com/63/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/nasiudukbangnana.wordpress.com/63/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/nasiudukbangnana.wordpress.com/63/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/nasiudukbangnana.wordpress.com/63/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/nasiudukbangnana.wordpress.com/63/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/nasiudukbangnana.wordpress.com/63/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/nasiudukbangnana.wordpress.com/63/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/nasiudukbangnana.wordpress.com/63/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/nasiudukbangnana.wordpress.com/63/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/nasiudukbangnana.wordpress.com/63/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/nasiudukbangnana.wordpress.com/63/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/nasiudukbangnana.wordpress.com/63/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/nasiudukbangnana.wordpress.com/63/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/nasiudukbangnana.wordpress.com/63/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=nasiudukbangnana.wordpress.com&amp;blog=9195734&amp;post=63&amp;subd=nasiudukbangnana&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://nasiudukbangnana.wordpress.com/2009/11/11/nasi-uduk-beras-merah/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/8784b5033f3dbbf6b718cdc2ee7365e7?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">nasiudukbangnana</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Nasi Uduk Mas Miskun</title>
		<link>http://nasiudukbangnana.wordpress.com/2009/11/11/nasi-uduk-mas-miskun/</link>
		<comments>http://nasiudukbangnana.wordpress.com/2009/11/11/nasi-uduk-mas-miskun/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 11 Nov 2009 02:44:47 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Nasi Uduk Bang Nana</dc:creator>
				<category><![CDATA[Jajanan Kuliner]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://nasiudukbangnana.wordpress.com/?p=60</guid>
		<description><![CDATA[Rasa Restoran Harga Kaki Lima merupakan slogan dari Mas Miskun yang berdiri sejak tahun 1989. Pertama kali makan di Mas Miskun ini dahulu masih tenda-tenda biru. lokasinya ada di depan sekolah di daerah Kramat. Tempat makan ini menyediakan nasi uduk dan ayam goreng seperti pecel ayam. Itupun hanya sekali diajak makan malam-malam. Dan seiring berjalannya [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=nasiudukbangnana.wordpress.com&amp;blog=9195734&amp;post=60&amp;subd=nasiudukbangnana&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><strong>R</strong>asa Restoran Harga Kaki Lima merupakan slogan dari Mas Miskun yang berdiri sejak tahun 1989. Pertama kali makan di Mas Miskun ini dahulu masih tenda-tenda biru. lokasinya ada di depan sekolah di daerah Kramat. Tempat makan ini menyediakan nasi uduk dan ayam goreng seperti pecel ayam. Itupun hanya sekali diajak makan malam-malam. Dan seiring berjalannya waktu. kalao lewat di jalan Kramat tempat Mas Miskun berada, tenda-tenda itu sudah tidak ada lagi tapi berubah menjadi tempat makan yang cukup bagus dan unik.<span id="more-60"></span></p>
<p>Dengan rasa penasaran sudah tidak makan di Mas Miskun, akhirnya sekitar tahun 2000an, aku pun datang ke tempat Mas Miskun ini (dekat hotel Accacia). Wah, banyak sekali foto-foto artis, pejabat, liputan-liputan berita dan wawancara pemilik Mas Miskun dengan wartawan TV dan koran.</p>
<p><img src="http://www.mousiefood.com/images/stories/miskun4.jpg" border="0" alt="Mas Miskun" hspace="5" vspace="5" width="200" /><img src="http://www.mousiefood.com/images/stories/miskun5.jpg" border="0" alt="Mas Miskun" hspace="5" vspace="5" width="200" /></p>
<p>Dilihat slogannya memang benar, harganya miring banget, tempatnya nyaman dan rasa makanannya juga enak, gurih dan berasa alias nendang. Menu yang disajikan seperti <a title="nasi uduk" href="http://nasiudukbangnana.wordpress.com" target="_blank"><strong>Nasi uduk</strong></a>, ayam goreng, macam-macam pepes, tahu tempe, sayur asem dan sayur-sayuran, macam-macam makanan laut alias ikan, cumi, lele. Kalao untuk minumannya juga banyak variasinya, yang standar pasti air putih, teh, lalu ada juice buah, es tape, cendol, soft drink dll.</p>
<p><img src="http://www.mousiefood.com/images/stories/miskun.jpg" border="0" alt="Mas Miskun" hspace="5" vspace="5" width="200" /><img src="http://www.mousiefood.com/images/stories/miskun2.jpg" border="0" alt="Mas Miskun" hspace="5" vspace="5" width="200" /><img src="http://www.mousiefood.com/images/stories/miskun3.jpg" border="0" alt="Mas Miskun" hspace="5" vspace="5" width="200" /></p>
<p>Begitu masuk ke tempat makan yang dekat dengan hotel Accacia ini, ada beberapa ikan-ikan yang didinginkan dan siap untuk diolah. lalu di samping meja dan kursi tempat pengunjung makan, ada tempat masak dan gorengnya. dan disampingnya ada bagian untuk tempat mengambil sambal dan lalapan.</p>
<p>Sambal dan lalapan yang diberikan gratis. Kita bisa ambil semau kita. Tapi dulu sambelnya enak dan tidak pedas banget. Tapi sekarang agak mikir-mikir lagi kalao mao ambil banyak. Kadang suka pedes banget kadang juga lumayan gak terlalu pedes. Sambelnya ada beberapa macam, terasi, cabe kecap atau yang sambel biasa. Untuk pepesnya yahut banget rasa bumbu dan rempah-rempahnya. Apalagi sayur asemnya yang berasa.</p>
<p>Porsi nasi uduknya tidak terlalu besar, biasanya kalao makan berdua kita perlu sekitar 3 nasi uduk, kalao lagi laper yah mungkin 4 nasi he3x&#8230; Memang sih tidak terlalu besar porsi makanannya tapi kalao dilihat dari harganya, lumayan lah, ndak perlu takut tambah lagi. Kalao kita pesen 4 nasi uduk, 2 ayam goreng, pepes tahu, tempe, sayur asem dan 2 teh tawar, dan soft drink hanya butuh Rp. 50.000an.</p>
<p>Tempat ini selalu ramai, dibuka dari pagi sampe pagi lagi, tapi kalao yang di Matraman dari pagi sampai malam. Tempatnya juga tidak hanya yang di dekat hotel Accacia itu, yaitu ada di Percetakan Negara, matraman, Ada yang masih di tenda ada juga yang sudah dengan rumah. Tempat yang di Matraman dan Percetakan negara cukup berbeda dengan yang di Kramat.</p>
<p>Percetakan Negara, tempatnya lebih tertutup rapat, dilengkapi dengan TV dan bisa juga lesehan. Tapi kalao Matraman tempatnya juga ada lesehan. Tapi kalao menurut aku kalao diranking seluruhnya yang favorit adalah yang di Kramat, lalu Percetakan Negara dan terakhir Matraman. Dulu di Matraman pernah pesan coca cola tapi kok harga coca cola tapi rasa teh he3x&#8230;</p>
<p>Kalao lagi masa puasa dan kalao ingin makan di Mas Miskun wuihhh&#8230; mending pesan tempatnya dulu ya atau siap-siap pergi ke tempat Mas Miskun cabang terdekat he3x&#8230;.</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/nasiudukbangnana.wordpress.com/60/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/nasiudukbangnana.wordpress.com/60/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/nasiudukbangnana.wordpress.com/60/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/nasiudukbangnana.wordpress.com/60/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/nasiudukbangnana.wordpress.com/60/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/nasiudukbangnana.wordpress.com/60/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/nasiudukbangnana.wordpress.com/60/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/nasiudukbangnana.wordpress.com/60/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/nasiudukbangnana.wordpress.com/60/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/nasiudukbangnana.wordpress.com/60/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/nasiudukbangnana.wordpress.com/60/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/nasiudukbangnana.wordpress.com/60/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/nasiudukbangnana.wordpress.com/60/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/nasiudukbangnana.wordpress.com/60/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=nasiudukbangnana.wordpress.com&amp;blog=9195734&amp;post=60&amp;subd=nasiudukbangnana&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://nasiudukbangnana.wordpress.com/2009/11/11/nasi-uduk-mas-miskun/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/8784b5033f3dbbf6b718cdc2ee7365e7?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">nasiudukbangnana</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://www.mousiefood.com/images/stories/miskun4.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">Mas Miskun</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://www.mousiefood.com/images/stories/miskun5.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">Mas Miskun</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://www.mousiefood.com/images/stories/miskun.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">Mas Miskun</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://www.mousiefood.com/images/stories/miskun2.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">Mas Miskun</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://www.mousiefood.com/images/stories/miskun3.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">Mas Miskun</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Nasi Uduk Dengan Kelezatan Ayam Goreng dan Sambalnya</title>
		<link>http://nasiudukbangnana.wordpress.com/2009/11/10/nasi-uduk-dengan-kelezatan-ayam-goreng-dan-sambalnya/</link>
		<comments>http://nasiudukbangnana.wordpress.com/2009/11/10/nasi-uduk-dengan-kelezatan-ayam-goreng-dan-sambalnya/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 10 Nov 2009 11:14:02 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Nasi Uduk Bang Nana</dc:creator>
				<category><![CDATA[Jajanan Kuliner]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://nasiudukbangnana.wordpress.com/?p=54</guid>
		<description><![CDATA[&#8220;Jika biasanya kita makan nasi uduk di pagi hari, Nasi Uduk Mat Lengket justru baru buka mulai sore hari&#8221; Jika umumnya orang hanya memandang daerah Jakarta Selatan sebagai surganya kuliner, anda harus mengubah persepsi tersebut. Jakarta Timur mempunyai potensi kuliner &#8211; kuliner yang luar biasa. Anda tidak percaya? Palingkan wajah anda ke daerah klender atau [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=nasiudukbangnana.wordpress.com&amp;blog=9195734&amp;post=54&amp;subd=nasiudukbangnana&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align:center;"><strong><em>&#8220;Jika biasanya kita makan nasi uduk di pagi hari, Nasi Uduk Mat Lengket   justru baru buka mulai sore hari&#8221; </em></strong></p>
<p><span>Jika umumnya orang hanya memandang daerah Jakarta Selatan sebagai surganya kuliner, anda harus mengubah persepsi tersebut. Jakarta Timur mempunyai potensi kuliner &#8211; kuliner yang luar biasa. Anda tidak percaya? Palingkan wajah anda ke daerah klender atau tepatnya di Jl. Raya Bekasi Km.17, Klender. Sebuah warung makan bernama Nasi Uduk Mat Lengket telah dipenuhi oleh para penikmat <a title="nasi uduk" href="http://nasiudukbangnana.worpress.com" target="_blank"><strong>Nasi Uduk</strong></a>.<span id="more-54"></span></p>
<p>Buka dari pukul 17.00 hingga 22.00, <strong>Nasi Uduk</strong> Mat Lengket selalu terlihat ramai akan pengunjung. Keistimewaan dari <strong>Nasi Uduk</strong> Mat Lengket terletak di ayam gorengnya serta rasa sambalnya yang luar biasa. Sambal yang tidak pedas dan tidak pula manis, memiliki rasa yang sangat lezat. Dipadu dengan <strong>nasi uduk</strong> dan ayam goreng kampung, kenikmatan akan anda rasakan. Selain <strong>nasi uduk</strong> dan ayam goreng, Mat Lengket juga menyediakan menu tambahan seperti semur jengkol, semur tahu, hingga sate telur puyuh.</p>
<p>Awal mula <strong>Nasi Uduk</strong> Mat Lengket dimulai ketika tahun 1973, dimana sistem berjualannya keliling komplek atau perumahan. 5 ekor ayam rata &#8211; rata habis dalam sehari ketika berjualan di komplek. Lama &#8211; lama, naik hingga 7 &#8211; 8 ekor ayam. Merasa sudah cukup mampu menyewa tempat, tepatnya 10 tahun yang lalu, <strong>Nasi Uduk</strong> Mat Lengket pun mendirikan tempat makan di daerah Klender.</p>
<p>Kini, kesuksesan pun telah diraih oleh <strong>Nasi Uduk</strong> Mat Lengket. 100 &#8211; 200 ekor ayam habis dalam perhari. Penggunaan beras pun mancapai 50 kg beras. Seperti umumnya di tempat makan lain, Weekend menjadi hari dimana pengunjung sangat ramai. Ayam kampung Mat Lengket khusus didatangkan dari Solo. Sistem promosi <strong>Nasi Uduk</strong> Mat Lengket hanya dari mulut ke mulut. Pengunjung pun tidak hanya berasal dari dalam kota, melainkan banyak yang dari luar kota.</p>
<p>Omzet <strong>Nasi Uduk</strong> Mat Lengket pun sudah lebih dari cukup. Keinginan untuk membuka cabang sudah diniiatkan namun faktor sulitnya mendapatkan ayam kampung di Jakarta hingga harus membeli ayam dari Solo, menjadi salah satu kendala untuk membuka sebuah cabang baru. Jumlah karyawan <strong>Nasi Uduk </strong>Mat Lengket mencapai kurang lebih 12 orang.</p>
<p>Hal yang tidak biasa ditawarkan <strong>Nasi Uduk</strong> Mat Lengket karena tersedianya menu yang tidak biasa dari sebuah tempat makan yang menjajakan <strong>nasi uduk</strong>. Semur<br />
jengkol dan semur tahu menjadi menu tambahan dan tergolong banyak penggemar dari semur jengkol dan semur tahu.</p>
<p>Segera kunjungi <strong>Nasi uduk</strong> Mat Lengket..!</p>
<p>Jl. Raya Bekasi Km. 17 Klender Jakarta Timur<br />
(021) 47867606, 47869718</span></p>
<p><span><br />
<strong>Daftar Harga</strong> :</p>
<p>Ayam dan Nasi : Rp. 13.000<br />
Ati Ampela    : Rp.  3.000<br />
Nasi Uduk Kompplit : Rp. 16.000<br />
Semur Jengkol dan Semur Tahu : @ Rp. 5.000</span></p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/nasiudukbangnana.wordpress.com/54/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/nasiudukbangnana.wordpress.com/54/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/nasiudukbangnana.wordpress.com/54/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/nasiudukbangnana.wordpress.com/54/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/nasiudukbangnana.wordpress.com/54/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/nasiudukbangnana.wordpress.com/54/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/nasiudukbangnana.wordpress.com/54/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/nasiudukbangnana.wordpress.com/54/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/nasiudukbangnana.wordpress.com/54/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/nasiudukbangnana.wordpress.com/54/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/nasiudukbangnana.wordpress.com/54/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/nasiudukbangnana.wordpress.com/54/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/nasiudukbangnana.wordpress.com/54/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/nasiudukbangnana.wordpress.com/54/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=nasiudukbangnana.wordpress.com&amp;blog=9195734&amp;post=54&amp;subd=nasiudukbangnana&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://nasiudukbangnana.wordpress.com/2009/11/10/nasi-uduk-dengan-kelezatan-ayam-goreng-dan-sambalnya/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/8784b5033f3dbbf6b718cdc2ee7365e7?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">nasiudukbangnana</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Nasi Uduk Kuntilanak</title>
		<link>http://nasiudukbangnana.wordpress.com/2009/11/07/nasi-uduk-kuntilanak/</link>
		<comments>http://nasiudukbangnana.wordpress.com/2009/11/07/nasi-uduk-kuntilanak/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 07 Nov 2009 20:05:39 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Nasi Uduk Bang Nana</dc:creator>
				<category><![CDATA[Jajanan Kuliner]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://nasiudukbangnana.wordpress.com/?p=36</guid>
		<description><![CDATA[Kuntilanak ternyata bisa sangat menguntungkan buat para pekerja yang bekerja malam hingga dini hari. Percayalah, kuntilanak yang satu ini enak, renyah, empuk dan enak buat ngisi perut yang keroncongan. Loh? Jangan salah sangka dulu deh, kuntilanak yang ini memang cuma istilah salah satu warung di kawasan Pasar Menteng Pulo, Jembatan Merah, Jakarta Pusat. Pasalnya, warung [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=nasiudukbangnana.wordpress.com&amp;blog=9195734&amp;post=36&amp;subd=nasiudukbangnana&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Kuntilanak ternyata bisa sangat menguntungkan buat para pekerja yang bekerja malam hingga dini hari. Percayalah, kuntilanak yang satu ini enak, renyah, empuk dan enak buat ngisi perut yang keroncongan. Loh? Jangan salah sangka dulu deh, kuntilanak yang ini memang cuma istilah salah satu warung di kawasan Pasar Menteng Pulo, Jembatan Merah, Jakarta Pusat.</p>
<p>Pasalnya, warung makan yang tidak terlalu besar tempatnya ini, baru buka ketika &#8220;orang normal&#8221; sudah pada tidur, yakni jam 12 malam sampai jam 6 pagi. <span id="more-36"></span>Kami coba-coba menyambangi sebelum jam 12 malam, terpaksa gigi jari harus menunggu lantaran belum semua masakan matang. Ternyata warung milik Endang termasuk benar-benar menjaga jam bukanya.  Pada waktu-waktu tersebut ia justru membuka warung <a title="Nasi uduk" href="http://nasiudukbangnana.wordpress.com" target="_blank"><strong>nasi uduk</strong></a> miliknya.</p>
<p>Bagi warga sekitar dan para langganan, warung <strong>nasi uduk</strong> milik Endang ini dikenal dengan julukan <strong>Nasi Uduk</strong> &#8220;Kuntilanak&#8221;.  Makanan yang dijual di warung tersebut adalah <strong>nasi uduk</strong> lengkap dengan lauk-pauknya, seperti empal, paru, telor, tempe, tahu, semur jengkol, ikan tongkol, dan sebagainya. Tidak ketinggalan, jeruk dan teh manis hangat menjadi pilihan minumannya.  Warung sudah berdiri sejak tahun 1971. Orang yang pertama kali mengelola warung adalah ibunda Endang, yang masih turut serta mengelola warung hingga saat ini.</p>
<p>&#8220;<strong>Nasi uduk</strong> ama beberapa lauk yang masak ibu kok,&#8221; jelasnya kepada kami. Soal pembeli, Endang mengaku bahwa sebagian besar adalah laki-laki. Pembeli wanita biasanya hanya datang pada waktu-waktu tertentu.  Tidak itu saja, sebagian besar pembeli merupakan pelanggan setia yang sudah berulang-kali mampir di warung tersebut. </p>
<p>Sangking seringnya, Endang bahkan dapat membedakan pelanggan yang kerap berganti-ganti pasangan. Kabarnya, beberapa kru stasiun televisi dan wartawan yang kerap liputan hingga dini hari, menjadi langganan tetap nasi uduk kuntilanak ini.  Diakui juga oleh Endang, beberapa pelanggan setia tersebut biasanya memiliki susunan menu yang khas. Seorang pelanggan yang juga bekerja sebagai pembawa acara misteri di sebuah stasiun televisi swasta, misalnya, memiliki menu tetap yang terdiri dari <strong>nasi uduk</strong>, telor ceplok, dan tempe bacem.  </p>
<p>Berjualan yang dilakoninya pada tengah malam hingga pagi hari memberikan kenangan suka dan duka pada dirinya tersendiri. Di sisi suka, Endang mengaku bahwa masakannya selalu nyaris terjual habis. Sedangkan dukanya, ia mengaku harus begadang setiap hari. Untuk itu, ia selalu mengonsumsi minuman berenergi.  Tidak hanya suka dan duka saja, waktu kerja yang berlangsung pada tengah malam hingga pagi hari memaksa Endang untuk memiliki cara-cara tertentu dalam melayani pembeli. </p>
<p>Sebab, tidak tertutup kemungkinan terdapat pembeli yang memiliki niat tidak baik. Oleh karena itu, logat Betawi yang kental pun menjadi salah satu ciri khasnya saat melayani pembeli. Ditambah lagi dengan postur tubuhnya yang relatif gemuk dan suara agak nge-bass.  Meski demikian, Endang bersyukur bahwa hingga saat ini warungnya tidak pernah mengalami gangguan tertentu, seperti pencurian atau perampokan. Hal yang dirasakan cukup sulit hanyalah pada saat turun hujan. &#8220;Kalo hujan, yang beli pasti sepi deh,&#8221; paparnya.  </p>
<p>Soal harga, dijamin tidak bakal membuat kamu-kamu &#8220;menjerit&#8221; kemahalan. Kalau hanya punya uang 10 ribu pun, kamu sudah bisa menikmati makanan yang membuat perut kamu sedikit membuncit. Jadi, siapa bilang kuntilanak itu selalu menakutkan?</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/nasiudukbangnana.wordpress.com/36/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/nasiudukbangnana.wordpress.com/36/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/nasiudukbangnana.wordpress.com/36/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/nasiudukbangnana.wordpress.com/36/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/nasiudukbangnana.wordpress.com/36/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/nasiudukbangnana.wordpress.com/36/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/nasiudukbangnana.wordpress.com/36/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/nasiudukbangnana.wordpress.com/36/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/nasiudukbangnana.wordpress.com/36/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/nasiudukbangnana.wordpress.com/36/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/nasiudukbangnana.wordpress.com/36/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/nasiudukbangnana.wordpress.com/36/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/nasiudukbangnana.wordpress.com/36/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/nasiudukbangnana.wordpress.com/36/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=nasiudukbangnana.wordpress.com&amp;blog=9195734&amp;post=36&amp;subd=nasiudukbangnana&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://nasiudukbangnana.wordpress.com/2009/11/07/nasi-uduk-kuntilanak/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/8784b5033f3dbbf6b718cdc2ee7365e7?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">nasiudukbangnana</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>NASI UDUK BETAWI KALIMALANG</title>
		<link>http://nasiudukbangnana.wordpress.com/2009/11/05/nasi-uduk-betawi-kalimalang/</link>
		<comments>http://nasiudukbangnana.wordpress.com/2009/11/05/nasi-uduk-betawi-kalimalang/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 05 Nov 2009 17:03:57 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Nasi Uduk Bang Nana</dc:creator>
				<category><![CDATA[Jajanan Kuliner]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://nasiudukbangnana.wordpress.com/?p=34</guid>
		<description><![CDATA[Menyusuri jalan raya kalimalang yang setiap sore harinya padat merayap, membuat badan cepat lelaberh, dan tingkat  stress bertambah tinggi, nah disaat tingkat stress sudah tinggi, mata tertuju pada neonboard yang bertuliskan nasi uduk betawi, ah daripada stress mengarungi kemacetan yang tidak berkesudahan mendingan sejenak untuk mampir ke nasi uduk betawi ini, tempatnya yah layaknya tempat [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=nasiudukbangnana.wordpress.com&amp;blog=9195734&amp;post=34&amp;subd=nasiudukbangnana&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Menyusuri jalan raya kalimalang yang setiap sore harinya padat merayap, membuat badan cepat lelaberh, dan tingkat  stress bertambah tinggi, nah disaat tingkat stress sudah tinggi, mata tertuju pada neonboard yang bertuliskan <a title="nasi uduk" href="http://nasiudukbangnana.wordpress.com" target="_blank"><strong>nasi uduk</strong></a> betawi, ah daripada stress mengarungi kemacetan yang tidak berkesudahan mendingan sejenak untuk mampir ke <strong>nasi uduk</strong> betawi ini, tempatnya yah layaknya tempat makan kaki lima umumnya, gerobak dorong dan bertempat disebuah halte yang kalo gak salah halte cipinang bali I. Selesai memarkirkan motor  langsung bergegas memesan salah satu makanan favorit gue nasi uduk betawi ….!<span id="more-34"></span></p>
<p>Pesan satu porsi <strong>nasi uduk</strong> ditambah dengan ati ampela goreng, dan tidak ketinggalan semur jengkol, menu yang satu ini wajib diuji coba, karena tidak lengkap rasanya makan nasi uduk betawi tanpa disiram dengan kuah semur jengkol yang mantap. Tidak lama pesanan pun datang, 1 porsi nasi uduk dengan diatasnya ditaburi bawang goreng, dengan didampingi emping goreng, semur jengkolnya gak kalah aksinya, kuahnya yang begitu kental dan jengkolnya cukup tua, namun direbus dengan tingkat kematangan yang cukup, sehingga jengkolnya tidak terlalu keras namun legit menggigit. Ati ampelanya cakep dengan tingkat rasa gurih yang cukup tidak berlebih.</p>
<p>Suapan pertama rasa <strong>nasi uduk</strong>nya cakep, gak timbul rasa gurih yang berlebih, tidak terlampau pulen, namun menyisakan jejak santan yang terasa kuat dilidah, menuangkan sambal bercampur dengan <strong>nasi uduk</strong> ternyata berakibat fatal bagi <strong>nasi uduk</strong> ini, karena rasa pedasnya begitu mendominasi dan diluar toleransi rasa pedas buat saya. Rasa <strong>nasi uduk</strong> yang tadinya begitu nikmat di lidah menjadi begitu hambar. Beruntung semur jengkolnya begitu memikat, sehingga kenikmatan yang tadi sempat hilang datang kembali….</p>
<p>Selesai menyantap <strong>nasi uduk</strong> saya langsung bergegas dan sempat bercanda dengan ibu pemilik warung nasi uduk ini, “ Bu hati rusanya enak….”, si ibu sempat kebingungan, “hati rusa apaan mas..?”, “ntu semur jengkolnya enak bu!” jawab saya….!” oh terima kasih mas, “ya udah semuanya jadi berapa bu…?” 17 ribu mas… gak ada discount nih bu he he he si ibu hanya tersenyum aja.</p>
<p>Selesai membayar saya bergegas untuk melanjutkan perjalanan saya bermacet-macet ria menyusuri jalan raya kalimalang sambil mencari-cari tempat makan yang mana lagi yang bisa dikunjungi.</p>
<p>Lokasi :</p>
<p>Jl. Raya Kalimalang tidak jauh dari POM Bensin Cipinang Bali , Menempati Halte Bus Cipinang Bali</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/nasiudukbangnana.wordpress.com/34/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/nasiudukbangnana.wordpress.com/34/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/nasiudukbangnana.wordpress.com/34/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/nasiudukbangnana.wordpress.com/34/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/nasiudukbangnana.wordpress.com/34/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/nasiudukbangnana.wordpress.com/34/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/nasiudukbangnana.wordpress.com/34/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/nasiudukbangnana.wordpress.com/34/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/nasiudukbangnana.wordpress.com/34/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/nasiudukbangnana.wordpress.com/34/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/nasiudukbangnana.wordpress.com/34/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/nasiudukbangnana.wordpress.com/34/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/nasiudukbangnana.wordpress.com/34/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/nasiudukbangnana.wordpress.com/34/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=nasiudukbangnana.wordpress.com&amp;blog=9195734&amp;post=34&amp;subd=nasiudukbangnana&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://nasiudukbangnana.wordpress.com/2009/11/05/nasi-uduk-betawi-kalimalang/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/8784b5033f3dbbf6b718cdc2ee7365e7?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">nasiudukbangnana</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Berkeringat Menyantap Nasi Uduk Bansus</title>
		<link>http://nasiudukbangnana.wordpress.com/2009/11/02/berkeringat-menyantap-nasi-uduk-bansus/</link>
		<comments>http://nasiudukbangnana.wordpress.com/2009/11/02/berkeringat-menyantap-nasi-uduk-bansus/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 02 Nov 2009 20:55:24 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Nasi Uduk Bang Nana</dc:creator>
				<category><![CDATA[Jajanan Kuliner]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://nasiudukbangnana.wordpress.com/?p=31</guid>
		<description><![CDATA[Siapa yang tak kenal nasi uduk? Butiran nasinya yang gurih menebarkan aroma wangi ini, paling enak disantap bersama sepotong ayam goreng, empal, dan guyuran sambal kacang yang pedas gurih. Seruputan bansus hangat menjadi ending yang pas di tengah sejuknya udara malam kota Bogor! Sore mulai menjelang saat saya dah teman-teman menyusuri Jl. Pahlawan, kawasan Empang [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=nasiudukbangnana.wordpress.com&amp;blog=9195734&amp;post=31&amp;subd=nasiudukbangnana&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Siapa yang tak kenal <a title="nasi uduk" href="http://nasiudukbangnana.wordpress.com" target="_blank"><strong>nasi uduk</strong></a>? Butiran nasinya yang gurih menebarkan aroma wangi ini, paling enak disantap bersama sepotong ayam goreng, empal, dan guyuran sambal kacang yang pedas gurih. Seruputan bansus hangat menjadi <em>ending</em> yang pas di tengah sejuknya udara malam kota Bogor!<span id="more-31"></span></p>
<p>Sore mulai menjelang saat saya dah teman-teman menyusuri Jl. Pahlawan, kawasan Empang Bogor. Belum lagi cuaca yang sedikit mendung sore itu, membuat kami sedikit cemas saat warung makan tujuan kami belum lagi terlihat.</p>
<p>Sudah agak lama kami tak menyambangi daerah Empang yang selalu padat dan macet. ’Warung &#8216;<strong>Nasi Uduk</strong> Bansus&#8217; yang terletak sebelum lampu merah Empang. Penjual nasi uduk ini biasa berjualan sekitar jam 5 sore hingga malam. Tempatnya tak mewah, melainkan hanya sebuah warung tenda sederhana yang menempati emperan sebuah toko yang tutup di sore hari.</p>
<p>Tak lama spanduk besar yang menutupi warung bertuliskan &#8216;<strong>Nasi Uduk</strong> Bansus&#8217; mulai terlihat dari arah jalan raya. Merekahlah senyum kami, karena lezatnya nasi uduk dan hangatnya bansus sudah terbayang di pelupuk mata. Hmm&#8230; sedapp! Rada aneh memang, mencari <strong>nasi uduk</strong> Betawi di kota Bogor.</p>
<p>Ketika memasuki warung tenda, wuihh&#8230; hampir semua kursi plastik yang mengelilingi meja besar berisi aneka lauk-pauk terisi oleh pengunjung. Mulai dari anak-anak, remaja, hingga orang tua tampak sedang asyik menikmati <strong>nasi uduk</strong>. Beberapa di antaranya sedang asik menghirup segelas bansus hangat.</p>
<p>Tanpa membuang waktu kami langsung menyerbu <strong>nasi uduk</strong> yang dibungkus dengan daun pisang berbentuk kerucut. Saat dibuka aroma wangi sereh dan daun pisang langsung menggelitik hidung hmm&#8230; harum. Yang saya suka di warung ini, lauk pauk seperti empal goreng, paru goreng, sate jengkol, bakwan, bacem, sate usus, ditaruh dalam wadah dari<em> stainless steel</em> yang apik. Untuk menjaga kebersihan wadah-wadah berisi makanan tadi ditutup dalam plastik transparan.</p>
<p>Kalap melihat lauk-pauk yang serba menggiurkan, saya pun menambahkan setusuk satai telur, empal, paru, dan tempe bacem. Yang istimewa menurut saya di warung ini gurihnya nasi uduk pas tak berlebih. Porsinya juga sesuai dengan perut, tidak terlalu banyak atau sedikit. Gaya penyajiannya tak jauh beda dengan nasi uduk Tanah Abang.</p>
<p>Belum pas rasanya jika menikmati <strong>nasi uduk</strong> ini tanpa sambal kacang. Daging empal makin enak setelah dicocolkan sambal kacang yang rasanya gurih, sedikit manis dan pedas. Hmm&#8230; sedapp! Apalagi sambalnya tidak digerus terlalu halus, sehingga masih terasa krenyes-krenyes cincangan kasar kacang saat dinikmati. Warnanya kemerahan dengan rasa cabai yang lumayan menggigit membuat titik keringat mulai bermunculan. Paru gorengnya juga bisa diacungi jempol, meskipun rasanya sedikit cenderung manis.</p>
<p>Untuk menikmati <strong>nasi uduk</strong> ini memang akan semakin sedap jika disantap menggunakan tangan. Buat penyuka jengki alias jengkol, jangan lupa cicipi sate jengkolnya yang terkenal jauh dari bau tak sedap. Tak heran kalau sate jengkol menjadi salah satu menu yang paling dicari.</p>
<p>Setelah perut kekenyangan, segelas bansus hangat sudah menunggu. Bansus ini merupakan pendamping <strong>nasi uduk</strong> yang tak boleh dilewatkan. Slurpp&#8230; tambahan susu rupanya membuat rasa bandrek yang pedas menjadi sedikit berkurang. Hmm&#8230; nikmat hangat menjalar ke seluruh tubuh, sungguh menjadi ending yang luar biasa nikmat.</p>
<p>Sebungkus nasi uduk dihargai Rp 3.500, empal dan paru masing-masing Rp 8.000,00, dan bacem Rp 2.000,00. Cukup murah bukan Nah, buat yang ingin berwisata kuliner di Bogor jangan hanya melulu mencicipi soto Bogor atau roti unyil. Sesekali mampirlah menikmati <strong>nasi uduk</strong> plus bandrek susu yang lezat sekaligus murah meriah ini!<br />
<strong><br />
Nasi Uduk Bansus<br />
Jl. Pahlawan Empang Bogor<br />
Telp: 0251-8314650<br />
HP: 081311027274<br />
Jam Buka: 17.00 &#8211; 22.00</strong> <strong> (	dev	/	Odi	) </strong></p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/nasiudukbangnana.wordpress.com/31/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/nasiudukbangnana.wordpress.com/31/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/nasiudukbangnana.wordpress.com/31/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/nasiudukbangnana.wordpress.com/31/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/nasiudukbangnana.wordpress.com/31/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/nasiudukbangnana.wordpress.com/31/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/nasiudukbangnana.wordpress.com/31/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/nasiudukbangnana.wordpress.com/31/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/nasiudukbangnana.wordpress.com/31/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/nasiudukbangnana.wordpress.com/31/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/nasiudukbangnana.wordpress.com/31/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/nasiudukbangnana.wordpress.com/31/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/nasiudukbangnana.wordpress.com/31/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/nasiudukbangnana.wordpress.com/31/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=nasiudukbangnana.wordpress.com&amp;blog=9195734&amp;post=31&amp;subd=nasiudukbangnana&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://nasiudukbangnana.wordpress.com/2009/11/02/berkeringat-menyantap-nasi-uduk-bansus/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/8784b5033f3dbbf6b718cdc2ee7365e7?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">nasiudukbangnana</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Nasi Uduk Bang Bule</title>
		<link>http://nasiudukbangnana.wordpress.com/2009/11/02/nasi-uduk-bang-bule/</link>
		<comments>http://nasiudukbangnana.wordpress.com/2009/11/02/nasi-uduk-bang-bule/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 02 Nov 2009 20:50:46 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Nasi Uduk Bang Nana</dc:creator>
				<category><![CDATA[Jajanan Kuliner]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://nasiudukbangnana.wordpress.com/?p=29</guid>
		<description><![CDATA[Bagi yang suka keluyuran malam, nongkrong di warung makan adalah salah satu agenda yang kudu dilakukan. Selain untuk mengobati rasa lapar, warung makan kerap digunakan untuk kongkow-kongkow dan bertukar pikiran. Di salah satu sudut Kota Bekasi, tepatnya di Jalan Mayor Oking, Pasar Proyek, Bekasi Timur, terdapat sebuah warung nasi uduk yang selalu ramai setiap saat [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=nasiudukbangnana.wordpress.com&amp;blog=9195734&amp;post=29&amp;subd=nasiudukbangnana&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Bagi yang suka keluyuran malam, nongkrong di warung makan adalah salah satu agenda yang <em>kudu</em> dilakukan. Selain untuk mengobati rasa lapar, warung makan kerap digunakan untuk kongkow-kongkow dan bertukar pikiran.<br />
Di salah satu sudut Kota Bekasi, tepatnya di Jalan Mayor Oking, Pasar Proyek, Bekasi Timur, terdapat sebuah warung <a title="nasi uduk" href="http://nasiudukbangnana.wordpress.com" target="_blank"><strong>nasi uduk</strong></a> yang selalu ramai setiap saat meskipun tengah malam. Bahkan pejabat di Kota Bekasi pun kerap terlihat ngobrol santai di warung ini.<span id="more-29"></span><br />
Warung <strong>nasi uduk</strong> itu milik Mustofa alias Bang Bule (51). Posisinya berada di emperan pertokoan di Kawasan Pecinan Kota Bekasi, tepatnya sekitar 50 meter dari Pasar Proyek Kota Bekasi. Warung Bang Bule ini buka setiap hari sejak pukul 20.30 hingga pukul 02.00.<br />
Meskipun pejabat nongkrong di situ, jangan harap warungnya mewah banget. Bentuknya terbilang sangat sederhana, hanya beratapkan kanopi toko dan tanpa papan nama. Tiga meja panjang dijajarkan di emperan toko tersebut untuk menaruh makanan dan tempat untuk makan para pengunjung. Namun, biar pun sederhana yang mau menyantap<strong> nasi uduk</strong> sampai harus antre.<br />
Ramainya orang yang antre ternyata menjadi daya tarik sendiri, sehingga semakin banyak yang antre. Banyak orang yang melintas di Jalan Mayor Oking menjadi penasaran dan ingin tahu seberapa enaknya <strong>nasi uduk</strong> di warung tersebut.Hal itu pula yang membuat <em>Warta Kota</em> singgah.<br />
Belakangan diketahui bahwa menu makanan yang disajikan di warung tersebut cukup lengkap. Selain menu utama semur jengkol dengan bumbu kecap khusus, Mustofa juga memiliki menu andalan lainnya, seperti soun godog yang rasanya manis, semur tahu dan tempe, empal daging, hingga dendeng sapi.<br />
Menurut Rahmat, anak ke dua Mustofa, <strong>nasi uduk</strong> serta lauk-pauk buatan ayahnya banyak digandrungi warga lantaran rasanya yang beragam. &#8220;Makanan buatan bapak saya banyak rasanya. <strong>Nasi uduk</strong>nya gurih, semur jengkolnya asin karena disemur dengan kecap kusus sementara sayur sounnya manis. Belum lagi rasa pedas dari sambal cabe rawit hijau,&#8221; ujar Rahmat.</p>
<p><strong>Turun -temurun</strong><br />
Disela kesibukannya melayani pelanggan Mustofa menuturkan bahwa usaha berdagang <strong>nasi uduk</strong> yang digelutinya saat ini adalah usaha turun-temurun yang diwariskan oleh ayahnya, Mamak. &#8220;Bapak saya sudah berdagang <strong>nasi uduk</strong> sejak tahun 60-an. Sementara saya mengikuti bapak berdagang sejak tahun 70-an,&#8221; ujar Mustofa yang juga telah menurunkan ilmu memasak <strong>nasi uduk </strong>kepada Rahmat, anak ke duanya serta sejumlah keponakannya.<br />
Dikisahkan Mustofa bahwa awalnya ayahnya membuka warung <strong>nasi uduk</strong> di areal pasar Sapi. Di tahun 60-an Pasar Sapi terletak di tepi Jalan Ir Juanda bersinggungan dengan Kali Bekasi. Saat ini areal pasar sapi dijadikan bangunan Pasar Proyek Bekasi. Setelah kurang lebih sepuluh tahun berdagang nasi uduk di Pasar Sapi, Amak dan Mustofa pindah warung ke daerah Pasar Baru Bekasi yang terletak di dekat Terminal Bekasi hingga tahun 1999.<br />
&#8220;Karena di lokasi Pasar Baru kondisinya kotor dan becek, akhirnya warung kami sepi pembeli. Maka dari itu saya memutuskan untuk pindah lagi ke daerah Pasar Proyek itupun berdasarkan anjuran saudara saya yang memiliki toko ini,&#8221; ujar Mustofa yang tinggal di Jalan Mawar RT 05/02, Bekasi Timur, tidak jauh dari tempatnya berdagang.<br />
Lantaran menumpang di emperan toko maka Mustofa hanya bisa berdagang pada malam hari. Namun tidak disangka olehnya, malam hari itu justru membawa keberuntungan. &#8220;Awalnya kami memang enggak kepikiran cari pangsa pasar pembeli makanan di malam hari. Tapi dagang malam hari malah ramai. Banyak warga yang datang, tidak hanya itu saja, sejumlah pejabat di Kota Bekasi baik Walikota dan Wakil Walikota baik yang sekarang maupun yang terdahulu sering makan di sini,&#8221; ujar Rahmat.<br />
Menurut Ali Anwar, Budayawan dan pemerhati Bekasi yang kebetulan juga tengah menikmati <strong>nasi uduk</strong> Mustofa, dirinya merupakan salah satu penggemar. Setiap malam setelah pulang bekerja di Jakarta, Ali Anwar menyempatkan diri untuk makan di warung tersebut.<br />
&#8220;Warga Bekasi kan banyak yang kerja di Jakarta. Biasanya dari Jakarta suka terburu-buru pulang ke Bekasi karena takut ketinggalan kereta dan lupa makan. Akhirnya makannya di Bekasi. Kebetulan warung ini lokasinya tidak jauh juga dari Stasiun Bekasi,&#8221; ujar Ali Anwar.</p>
<p><strong>Semur jengkol</strong></p>
<p>Lebih lanjut Ali Anwar mengatakan bahwa kekhasan makanan buatan Mustofa ada pada lauk-pauk. &#8220;Semur jengkol dan sayur sounnya lain dari warung <strong>nasi uduk</strong> pada umumnya. Selain itu masakan di sini sepertinya cocok untuk lidah seluruh warga, buktinya yang datang bukan hanya warga Bekasi asli tapi ada juga warga etnis lain,&#8221; ujar Ali Anwar. Bahkan menurut Rahmat, pelanggannya bukan hanya dari wilayah Kota Bekasi melainkan dari wilayah Kerawang, Cikarang hingga Jakarta Timur.<br />
Meskipun warung <strong>nasi uduk</strong>nya sudah dikenal hampir sebagian besar warga Bekasi, serta keuntungan yang dihasilkan sudah bisa untuk membeli warung yang lebih besar dan nyaman, namun Mustofa enggan pindah dari tempat berdagangnya saat ini. &#8220;Saya mau melestarikan suasana makan di warung nasi uduk yang pada umumnya ngemper di pinggir jalan,&#8221; ujar Mustofa yang menyebutkan bahwa satu porsi nasi uduk lengkap dengan lauknya di jual dengan harga Rp 11.000 hingga Rp 12.000.<strong>(mur)</strong></p>
<p><strong>Nasi Uduk Bang Bule</strong></p>
<p>Lokasi: Jalan Mayor Oking, Pasar Proyek, Bekasi Timur</p>
<p>Waktu Buka: setiap hari pukul 20.30 hingga pukul 02.00</p>
<p>Menu Andalan: semur jengkol dan sayur soun</p>
<p>Harga: Rp 11.000 hingga Rp 12.000</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/nasiudukbangnana.wordpress.com/29/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/nasiudukbangnana.wordpress.com/29/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/nasiudukbangnana.wordpress.com/29/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/nasiudukbangnana.wordpress.com/29/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/nasiudukbangnana.wordpress.com/29/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/nasiudukbangnana.wordpress.com/29/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/nasiudukbangnana.wordpress.com/29/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/nasiudukbangnana.wordpress.com/29/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/nasiudukbangnana.wordpress.com/29/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/nasiudukbangnana.wordpress.com/29/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/nasiudukbangnana.wordpress.com/29/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/nasiudukbangnana.wordpress.com/29/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/nasiudukbangnana.wordpress.com/29/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/nasiudukbangnana.wordpress.com/29/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=nasiudukbangnana.wordpress.com&amp;blog=9195734&amp;post=29&amp;subd=nasiudukbangnana&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://nasiudukbangnana.wordpress.com/2009/11/02/nasi-uduk-bang-bule/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/8784b5033f3dbbf6b718cdc2ee7365e7?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">nasiudukbangnana</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Menggali Laba Bersama Nasi Uduk Gondangdia</title>
		<link>http://nasiudukbangnana.wordpress.com/2009/11/01/menggali-laba-bersama-nasi-uduk-gondangdia/</link>
		<comments>http://nasiudukbangnana.wordpress.com/2009/11/01/menggali-laba-bersama-nasi-uduk-gondangdia/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 01 Nov 2009 21:23:33 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Nasi Uduk Bang Nana</dc:creator>
				<category><![CDATA[Jajanan Kuliner]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://nasiudukbangnana.wordpress.com/?p=27</guid>
		<description><![CDATA[Dalam kurun hampir 15 tahun, Nasi Uduk Gondangdia belum pernah sekalipun mengalami penurunan omset, bahkan di saat krisis moneter melanda. Anda tertarik tawaran waralabanya? Menjelang petang, Jalan Raya RP Soeroso persisnya di bawah lintasan rel kereta yang terletak antara Stasiun Gondangdia-Cikini agak tersendat. Banyak mobil yang parkir di sisi kiri maupun kanan jalan tersebut. Wajah-wajah [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=nasiudukbangnana.wordpress.com&amp;blog=9195734&amp;post=27&amp;subd=nasiudukbangnana&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Dalam kurun hampir 15 tahun, <a title="nasi uduk" href="http://nasiudukbangnana.wordpress.com" target="_blank"><strong>Nasi Uduk</strong></a> Gondangdia belum pernah sekalipun mengalami penurunan omset, bahkan di saat krisis moneter melanda. Anda tertarik tawaran waralabanya?<span id="more-27"></span></p>
<p>Menjelang petang, Jalan Raya RP Soeroso persisnya di bawah lintasan rel kereta yang terletak antara Stasiun Gondangdia-Cikini agak tersendat. Banyak mobil yang parkir di sisi kiri maupun kanan jalan tersebut.<br />
Wajah-wajah orang terkenal yang mungkin hanya sempat Anda lihat di layar kaca, mulai dari politisi Senayan sampai pejabat luar daerah serta selebritis yang sering muncul di acara infotainmen, akan Anda temukan tengah bersantap di warung nasi uduk pinggir jalan tersebut.</p>
<p>Pemandangan ini akan jamak Anda lihat sejak bakda Maghrib sampai tengah malam, sesuai dengan jam buka <strong>Nasi Uduk</strong> Gondangdia, karena mereka-mereka memang pelanggan setianya. “Banyak pelanggan luar kota setibanya di Bandara langsung menuju ke sini untuk makan terlebih dahulu sebelum mereka pergi ke penginapannya,” kata Wita,  salah satu dari empat pemilik usaha keluarga (Jasmine, Jusriel Kamil dan Lisa) tersebut tanpa bisa menyembunyikan rasa bangganya.</p>
<p>“Sejak pertama kali buka kami belum mengalami penurunan omset. Kalau digambarkan sebagai sebuah grafik maka lintasannya terus menanjak,” imbuh Jasmine.<br />
Padahal, menurutnya, pertama kali ketika membuka bisnis nasi uduk tersebut bermula dari iseng. Ceritanya, orang tua mereka memiliki lahan dua ruko di pinggir jalan tersebut. Satu ruko dimanfaatkan untuk bisnis <em>money changer</em> dan satunya digunakan untuk bisnis wartel. Halaman kedua ruko tersebut menganggur dan dimanfaatkan sebagai lahan parkir untuk pelanggan mie. “Mengapa lahan itu tidak dimanfaatkan untuk berjualan makanan,” rembug mereka berempat.</p>
<p>Empat keluarga yang sangat harmonis itupun tidak harus berpusing-pusing menentukan jenis pilihan bisnisnya. Mereka sepakat untuk membuka bisnis warung <strong>nasi uduk</strong>, karena keempat keluarga ini memang penggemar berat nasi uduk. “Ternyata pada hari pertama membuka warung nasi uduk, jualannya sudah ludes, demikian juga hari-hari berikutnya. Bisa dikatakan tidak ada hambatan yang berarti dalam mengelola bisnis ini,” imbuh Jasmine.</p>
<p>Sekalipun <strong>nasi uduk</strong> sudah berjubel di seantero Jakarta, namun Nasi Uduk Gondangdia mudah dikenali lantaran memiliki beberapa kekhasan. Nasinya rapat dibungkus daun pisang berbentuk kerucut. “Di tempat lain nasinya mungkin dibungkus daun pisang juga tetapi tidak rapat dan bentuknya bukan kerucut. Lantaran rapat dibungkus nasi kami selalu dalam keadaan hangat,” ujar Jusriel setengah berpromosi.<br />
Selain itu, berasnya pun merupakan hasil racikan sendiri sehingga tidak beredar di pasaran luas. Bumbunya juga memiliki resep khas sehingga rasa lauk pauknya pun berbeda dengan <strong>nasi uduk</strong> lain meski jenisnya sama. Namun mereka berempat enggan mengungkapkan rahasia bumbu ini, karena merupakan rahasia “dapur” mereka.</p>
<p>Karena memiliki kekhasan inilah reputasi Nasi Uduk Gondangdia meroket dalam waktu yang singkat. Bahkan saat krisis moneter melanda, di saat usaha sejenis limbung, <strong>Nasi Uduk</strong> Gondangdia terus berjaya. Ruko yang semula diperuntukan wartel juga sudah disulap menjadi tempat berjualan nasi uduk. Sehingga bisnis <strong>Nasi Uduk</strong> Gondangdia merupakan kombinasi <em>outdoor</em> dan ruko.</p>
<p>“Kuncinya kami mendengarkan kemauan dari pelanggan, melalui saran dan kritik mereka. Perpaduan dari sajian menu yang khas dan berkualitas serta secara terbuka menerima kritik dan saran dari pelanggan membuat kami maju seperti saat ini,” Jasmine mengungkapkan rahasia sukses<strong> Nasi Uduk</strong> Gondangdia, yang namanya sudah dipatenkan itu.</p>
<p>Dengan <em>success story</em> tersebut tak pelak, banyak pihak yang “melamar” untuk menjadi mitra <strong>Nasi Uduk</strong> Gondangdia, bukan hanya wilayah Jakarta, tetapi juga di kota-kota lain. Bahkan banyak orang Malaysia dan Singapura yang tertarik menjadi mitranya. “Di Malaysia dan Singapura lebih dikenal sebagai nasi lemak. Tetapi sebenarnya ada perbedaannya antara nasi uduk dengan nasi lemak,” tutur Jasmine.<br />
Lantaran pada saat itu, <strong>Nasi Uduk</strong> Gondangdia belum siap sistemnya maka “lamaran” dari berbagai pihak ini belum bisa diwujudkan. Namun saat ini, Nasi Uduk Gondangdia sudah siap diwaralabakan. “Semuanya sudah kami persiapkan matang. Dan untuk mencari <em>franchisee</em>-nya tentu tidak kesulitan karena sebelumnya sudah banyak yang melamar,” jelas Franchise Manager <strong>Nasi Uduk</strong> Gondangdia, Hendry E Ramdhan.</p>
<p>Selain menggarap calon <em>franchisee</em> yang sudah menyatakan tertarik, beberapa di antaranya dari Yogyakarta dan Bandung, <strong>Nasi Uduk</strong> Gondangdia membuka peluang kepada masyarakat luas.<br />
Ada dua pilihan investasi yakni <em>full outdoor</em> dan kombinasi <em>outdoor</em> dan ruko. Besar investasi Rp 180 juta sudah termasuk <em>franchise fee</em> dan semua peralatan lengkap. Dengan perhitungan moderat nilai investasi itu bisa kembali antara 4 sampai 10 bulan. “Perhitungan kami moderat yakni mengambil sepertiga dari kinerja <strong>Nasi Uduk</strong> Gondangdia Pusat,” ujar Hendry seraya menyebutkan laba bersih Nasi Uduk Gondangdia Pusat mencapai ratusan juat per bulan dari omset Rp 270-an juta.</p>
<p>“Semua keperluan <em>franchisee</em> seperti beras, bumbu, dan makanan olahan lainnya akan dipasok dari pusat sehingga kekhasan <strong>Nasi Uduk</strong> Gondangdia tetap terjaga di cabang mana pun,” tegas Wita. Anda tertarik?</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/nasiudukbangnana.wordpress.com/27/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/nasiudukbangnana.wordpress.com/27/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/nasiudukbangnana.wordpress.com/27/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/nasiudukbangnana.wordpress.com/27/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/nasiudukbangnana.wordpress.com/27/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/nasiudukbangnana.wordpress.com/27/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/nasiudukbangnana.wordpress.com/27/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/nasiudukbangnana.wordpress.com/27/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/nasiudukbangnana.wordpress.com/27/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/nasiudukbangnana.wordpress.com/27/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/nasiudukbangnana.wordpress.com/27/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/nasiudukbangnana.wordpress.com/27/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/nasiudukbangnana.wordpress.com/27/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/nasiudukbangnana.wordpress.com/27/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=nasiudukbangnana.wordpress.com&amp;blog=9195734&amp;post=27&amp;subd=nasiudukbangnana&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://nasiudukbangnana.wordpress.com/2009/11/01/menggali-laba-bersama-nasi-uduk-gondangdia/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/8784b5033f3dbbf6b718cdc2ee7365e7?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">nasiudukbangnana</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Rapat Ditemani Nasi Uduk Daun Pisang, Mau?</title>
		<link>http://nasiudukbangnana.wordpress.com/2009/11/01/rapat-ditemani-nasi-uduk-daun-pisang-mau/</link>
		<comments>http://nasiudukbangnana.wordpress.com/2009/11/01/rapat-ditemani-nasi-uduk-daun-pisang-mau/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 01 Nov 2009 21:03:13 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Nasi Uduk Bang Nana</dc:creator>
				<category><![CDATA[Jajanan Kuliner]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://nasiudukbangnana.wordpress.com/?p=24</guid>
		<description><![CDATA[Rapat dengan lunch atau dinner di restoran besar dengan konsep eksklusif mungkin sudah biasa. Menu yang disajikan juga tergolong mewah dan belum tentu bisa diterima lidah. Ingin mencoba konsep ndeso dengan menu tradisonal? Tak ada salahnya jika sekali-kali mampir di Rumah Makan Nasi Uduk daun Pisang dengan menu murah meriah. Rapat sambil ditemani nasi uduk [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=nasiudukbangnana.wordpress.com&amp;blog=9195734&amp;post=24&amp;subd=nasiudukbangnana&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Rapat dengan <em>lunch</em> atau <em>dinner</em> di restoran besar dengan konsep eksklusif mungkin sudah biasa. Menu yang disajikan juga tergolong mewah dan belum tentu bisa diterima lidah. Ingin mencoba konsep <em>ndeso</em> dengan menu tradisonal?</p>
<p>Tak ada salahnya jika sekali-kali mampir di Rumah Makan <a title="nasi uduk" href="http://nasiudukbangnana.wordpress.com" target="_blank"><strong>Nasi Uduk</strong></a> daun Pisang dengan menu murah meriah. Rapat sambil ditemani nasi uduk daun pisang, rasanya bagaimana <em>ya?</em><span id="more-24"></span></p>
<p>Jika melewati Jalan Balap Sepeda 45 Rawamangun, Jakarta Timur, longoklah sebentar ke rumah makan yang baru buka selama enam bulan ini. Suasana tradisional tampak dari temboknya yang dibalut bilah bambu dengan cat vernis yang menambah kesan elegan. Ada satu yang menjadi daya tarik rumah makan ini yaitu, menu spesial <strong>nasi uduk</strong> yang dibalut daun pisang menambah suasana <em>ndeso</em> makin terasa.</p>
<p>Nilai jual dari rumah makan ini memang rasa nasi uduk yang dibalut daun pisang muda. Ada yang membedakan rasa dan aroma dari <strong>nasi uduk</strong> pada umumnya, aroma wangi rempah yang ada langsung tersebar begitu balutan daun pisang dibuka.</p>
<p>Makanya tunggu apalagi, coba aja mampir kalo ga percaya?!</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/nasiudukbangnana.wordpress.com/24/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/nasiudukbangnana.wordpress.com/24/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/nasiudukbangnana.wordpress.com/24/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/nasiudukbangnana.wordpress.com/24/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/nasiudukbangnana.wordpress.com/24/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/nasiudukbangnana.wordpress.com/24/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/nasiudukbangnana.wordpress.com/24/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/nasiudukbangnana.wordpress.com/24/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/nasiudukbangnana.wordpress.com/24/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/nasiudukbangnana.wordpress.com/24/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/nasiudukbangnana.wordpress.com/24/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/nasiudukbangnana.wordpress.com/24/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/nasiudukbangnana.wordpress.com/24/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/nasiudukbangnana.wordpress.com/24/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=nasiudukbangnana.wordpress.com&amp;blog=9195734&amp;post=24&amp;subd=nasiudukbangnana&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://nasiudukbangnana.wordpress.com/2009/11/01/rapat-ditemani-nasi-uduk-daun-pisang-mau/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/8784b5033f3dbbf6b718cdc2ee7365e7?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">nasiudukbangnana</media:title>
		</media:content>
	</item>
	</channel>
</rss>
